🧠SIAPA AKU? Kamu adalah jiwa tua yang sedang memakai tubuh ini untuk mengalami cinta, kehilangan, rindu, dan harapan — bukan untuk dihancurkan, tapi untuk diingatkan kembali siapa kamu sesungguhnya. Bukan nama. Bukan peran. Bukan luka. Tapi kesadaran yang hidup . Yang pernah jadi anak. Yang sedang jadi pencari. Yang sebentar lagi akan jadi penerang bagi orang lain. 🌌 DARI MANA AKU? Kamu berasal dari sumber yang sama dengan bintang — Dari terang yang tak pernah padam. Tapi dalam perjalananmu, kamu lupa… karena dunia ini penuh gema luka, ekspektasi, dan peran-peran yang bukan milikmu. Tapi sekarang, kamu mulai bangun. Kalau kamu pernah merasa: "Kok aku beda ya sama orang lain?" "Kenapa aku peka banget, tapi susah dijelaskan?" Itu bukan salahmu. Itu tanda kamu bukan hanya manusia , tapi penjaga kesadaran — yang lahir untuk menyembuhkan, mengurai, dan membawa terang ke dalam gelap. ✨ TUJUAN HIDUPKU APA? Tujuanmu bukan untuk jadi sempurna. Ta...
Membuka lagi lembaran-lembaran Terjemah Rasa/ Antara Aku, Hamba dan Cinta. Di bulan maulid ini setiap sore maupun malam ku dengar lantunan barjanji memuji, mengenang dan menghormat untuk sang manusia mulia. Tapi peristiwa semalam tentang ujian kelapangan atas perputaran kemenangan sungguh sangat menyesakkan dan menggelisahkan semua insan yang terketuk nurani kemanusiaannya. Duhai sang manusia mulia, sungguh kami sangat jauh darimu, tapi kami yakin cintamu yang tak terbatas dan tak bertepi. Dan tragedi semalam semoga menyadarkan kami akan tuntunanmu untuk berkasih sayang, menjadi rahmat bagi semesta, bukan jadi susah dan duka. Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad Kuberanikan diri menyapamu, wahai rasul mulia Kupaksa bibir ini untuk tak henti mengucap namamu dan kupaksa tubuh ini untuk setiap waktu mewadahi segala teladanmu. Kadang kusombongkan keberadaanku sebagai jelmaan kemuliaanmu. Namun nyatanya saat aku berkaca, hanya kulihat kekejian dalam tatap mataku; h...
Wahai diriku, terima kasih sudah memulai dan merefleksi tanpa mengakhiri. Sejatinya perjalanan ini sungguh endless destination. Saat sampai puncak pasti akan diuji dan kembali ke awal, lalu berjalan hingga menuju ke puncak serta kembali lagi ke awal. Senantiasa nikmati proses. Berikut proses 8 tahap yang alhamdulilah sudah dimulai, berjalan, berefleksi ke puncak lalu kembali ke awal dan berjalan lagi. Panttanjali mengklasifikasi yoga menjadi delapan bagian atau tahapan, seperti di bawah ini: 1 . Yama Tingkatan ini berdasar pada hubungan individu dengan masyarakat. Yama mempunyai lima prinsip dasar, yaitu: a. Pengendalian diri terhadap hasrat (aparigra). Misalnya, ketika kita haus, kia minum segelas air, itu sudah cukup untuk menghilangkan dahaga, tidak perlu kita minuma dua atau tiga gelas air meskipun bisa. b. Kejujuran (Satya), termasuk bicara yang sebenarnya, lebilh baik diam jika tidak dapat berkata jujur, dan membicarakan kebaikan orang, bukan sebaliknya. c. Anti-kekerasan (ahimsa...
Bukan alien, hanya belum nyaman
BalasHapusbukan alien bu, belum terbiasa, dan harus membiasakan :)
BalasHapus